Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Segala sesuatu dilakukan oleh seseorang karena kegiatan itu bermanfaat. Semakin besar manfaat yang diperoleh dari suatu aktivitas, akan semakin besar pula motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan tersebut. Demikian juga halnya dengan pemahaman terhadap manfaat PTK, ia banyak dilakukan orang karena banyak manfaat. Dalam ulasan ini akan di bahas tujuan PTK.

Perkembangan ilmu, teknologi dan budaya masuarakat akhir-akhir ini berjalan sangat cepat. Percepatan perkembangan itu harus diikuti dengan percepatan layanan pendidikan. Oleh karena itu, guru harus melakukan perbaikan pelayanan pendidikan agar mutu pendidikan dapat sesuai dengan perkembangan yang terjadi diluar sekolah.

PTK merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan pendidikan yang harus diselenggarakan dalam konteks pembelajaran dikelas dan peningkatan kualitas program sekolah secara keseluruhan. Hal itu dapat dilakukan mengingat tujuan penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran dikelas secara berkesinambungan. Tujuan ini “melekat” pada diri guru dalam penunaian misi profesional kependidikannya.

Mc Niff (1992) menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakan PTK adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan disini harus dimaknai dalam konteks proses pembelajaran khususnya dan implementasi program sekolah umumnya. Tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis keadaan, lalu kemudian mencoba secara sistematis berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas atau implementasi program sekolah yang tengah dirasakan itu. Perencanaan tindakan alternatif dilakukan oleh guru, kemudian dicobakan dan dievaluasi efektifnya didalam memecahkan persoalan pembelajaran yang sedang dihadapi oleh guru.

Borg (1986) menyebutkan secara eksplisit bahwa tujuan utama dalam PTK pengembang keterampilan guru yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai permasalahaan pembelajaran aktual yang dihadapi dikelasnya atau disekolahnya sendiri dengan atau tanpa masukan khusus berupa berbagai program pelatihan yang lebih eksplisit. Dengan kata lain, pelaksanaan PTK mewujudkan program latihan dalam jabatan yang unik karena 3 alasan, yaitu:

  1. Kebutuhan pelaksanaannya tumbuh dari guru sendiri selama proses PTK itu berlangsung, bukan karena ditugaskan oleh atasan atau oleh kerena ada pihak lain yang kebetulan memiliki hajad untuk menyelenggarakan penataran.
  2. Proses pelatihan terjadi dalam situasi artifisial.
  3. Apabila diselenggarakan secara benar, kegiatan perbaikan akan didukung oleh lingkungan.
Jika perbaikan dan peningkatan pelayanan profesionalisme guru dalam konteks pembelajaran dapat terwujud berkat diadakannya PTK, ada tujuan penyerta yang juga dapat dicapai sekaligus dalam meneliti dikalangan guru (dan pendidik guru) sehingga sebagaimana telah diutarakan, pelaksanaan proses layanan ahlinya itu disertai mekanisme koreksi diri (built-in self-correcting mechanisme) yang merupakan salah satu karakteristik strategis profesionalisme.
Demikian menonjolnya peranan kajian taat kaidah (disciplined inguiry) dalam pengambilan keputusan profesioanal sehingga ada ahli pendidikan yang secara lugas menyatakan bahwa dalam kondisi ideal teaching is research, khusunya dalam bentuk on-going knowledge self-contruction in order to improve practice. Namun dipihak lain, sebagaimana telah disyaratkan, sesuai dengan hakikat PTK yang sekaligus berarti bahwa peran serta dalam pengembangan ilmiah pengetahuan dalam arti umum yang dapat digeneralisasikan, tidak merupan tujuan utama penelitian tindakan kelas.
Selain itu, tujuan PTK adalah untuk peningkatan dan perbaikan praktik pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru. Tuntunan masyarakat yang begitu cepat meyebabkan tuntunan terhadap layanan pendidikan yang harus dilakukan oleh guru juga meningkat. Penelitian tindakan merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru uantuk meningkatkan dan memperbaiki layanan pendidikan bagi guru dalam koteks pembelajaran di kelas.
Mc Niff (1992) menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan disini terkait dan memiliki konteks dengan proses pembelajaran.
Jika tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah untuk perbaiakn dan peningkkatan layanan profesional guru dalam menangani proses belajar-mengajar, maka tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternatif dalam mecahkan berbagai persoalan pembelajaran dikelas. Oleh karena itu, fokus penelitian tindakan kelas adalah terletak pada tindakan-tindakan alternatif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan dan dievaluasi apakah tindakan-tindakan alternatif itu dapat digunakan untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang sedang dihadapi oleh guru.
Jika perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru dalam konteks pembelajaran dapat terwujud berkat diadakannya penelitian tindakan kelas, makaa ada tujuan penyerta yang juga dapat dicapai sekaligus dalam kegiatan penelitian itu. Tujuan penyerta yang dapat dicapai ialah berupa terjadinya proses latihan dalam jabatan selama proses penelitian tindakan kelas itu berlangsung. Hal ini dapat terjadi karena tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah perbaikan dan peningkatan layanan pembelajaran. Dengan demikian, guru akan banyak berlatih mengaplikasikan berbagai tindakan alternatif sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pembelajaran dari pada perolehan pengetahuan umum dalam bidang pendidikan yang dapat digeneralisasikan.
Dengan kata lain, guru akan lebih banyak mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktik pembelajaran secara reflekstif dan bukannya bertujuan untuk mendapatkan ilmu baru dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan itu. Borg (1986) juga menyebutkan secara eksplisit bahwa tujuan utama dalam penelitian tindakan ialah pengembang keterampilan guru berdasarkan pada persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi oleh guru dikelasnya sendiri dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan.
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Ambar | 4.5