Peran Guru dan Tuntunan Profesionalsme

Guru merupakan pihak yang paling sering dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan. Tudingan seperti itu tidak sepenuhnya benar, mengingat masih banyak sekali komponen pendidikan yang merupakan komponen yang paling strategis dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, banyak pihak menaruh harapan besar terhadap guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Guru yang profesional adalah guu yang memiliki kemampuan profesional, yaitu kemampuan untuk dapat :

  1. Merencanakan program belajar mengajar
  2. Melaksanakan dan memimpin kegiatan beljar mengajar
  3. Menilai kemajuan kegiatan belajar mengajar, dan 
  4. Menafsirkan dan memanfaatkan hasil penilaian kemajuan belajar mengajar dan informasi lainnya bagi penyempurna perencanaan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Guru profesional menurut Lawrence Stenhouse yang dikutip oleh Nurkamto dalam makalah berjudul “Penilian Tindakan Kelas: Konsep Dasar dan Prosedur Pelaksanaannya” adalah guru yang memiliki kemandirian dalam melaksanakan tugas profesional konsekuensi logis dari kemandirian itu adalah bahwa guru yang profesional akan senantiasa melakukan reflekasi atas apa yang dilakukan dan mengambil refleksi itu. Di sinilah letak arti pentingnya penelitian tindakan kelas bagi guru.
Sidi Menyatkan bahwa guru sebagai ujung tombak dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan masih perlu ditingkatkan kemampuannya, mengingat perubahan yang terjadi begitu cepat dan pengetahuan terus berkembang begitu pesat. Untuk mengatasi kondisi seperti itu dibutuhkan guru yang pandai meneliti sekaligus memperbaiki proses pembelajarannya. Hal itu sangat diperlukan karena kemampuan meneliti merupakan cerminan guru yang profesional.
Dalam mewujudkan sekolah efektif, guru guru dituntut menguasai sepuluh pengetahuan dasar, yaitu :
  1. Mengembangkan kepribadian
  2. Menguasai landasan pengetahuan
  3. menguasai bahan pengajaran
  4. Menyusunprogram pengajaran
  5. melaksanakan program pengajaran
  6. Menilai proses dan program pengajaran
  7. Menyelanggarakan program bimbingan
  8. Menyelenggarakan administrasi sekolah
  9. Berinteraksi dengan sejawat dan masyarakat
  10. Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.
Kenyetaannya, guru banyak mengalami masalah dalam menjalankan profesinya dan ia tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik (secara ilmiah). Akibatnya ketika mutu proses dan hasil pendidikan rendah, guru selalu melempar tanggung jawab kepada pihak lain, misalnya orang tua, lingkungan dan sebagainya.
Penelitian tindakan kelas, cukup potensial untuk membantu memecahkan masalah guru dalam menjalankan profesinya sekaligus guna meningkatkan kinerjanya. Akan tetapi, dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas masih banyak kendala yang dihadapai oleh guru.
Kendala-kendala itu adalah:
  1. Masih lemahnya pemahaman guru tentang konsep dan prinsip penelitian tindakan kelas
  2. Belum diyakininya oleh guru dan pihak-pihak yang terkait bahwa penelitian tindakan kelas merupakan strategi pengembangan profesi guru
  3. Belum membudidayakan reflectif thinking dikalangan guru
Sedangkan menurut pengalaman saya seornag pendidik dalam berbagi pelatihan pada guru, diperoleh kesimpulan bahwa disamping kendala-kendala diatas, masih ada kendala lain, yaitu :
  1. Tidak ada pembimbing penelitian
  2. Adanya mentalitas guru yang suka adanya kemampuan dari pada mengikuti perkembangan 
  3. Tidak tersedianya dana untuk penelitian
Jika kendala-kendala tersebut dapat diatasi, diharapkan terkjadi peningkatan aktivitas guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas sehingga guru profesional akan terwujud.

Peran Guru dan Tuntunan Profesionalsme | Ambar | 4.5