Pentingnya Peninggalan Sejarah Bagi Kita di Masa Sekarang

Barang kali banyak orang yang berpendapat bahwa belajar sejarah itu tidak penting. Alasan yang mereka kemukakan antara lain mempelajari segala sesuatu yang telah terjadi pada masa lalu itu hanya akan buang-buang waktu saja. Mereka beranggapan lebih baik memikirkan dan merencanakan sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang.

Orang dengan pemikiran seperti itu jelas tidak memiliki banyak pengalaman. Bahkan, mereka mungkin tidak pernah belajar dari pengalaman mereka sendiri. Kita mengetahui bahwa dalam pengalaman itu tersimpan pengalaman baik dan pengalaman buruk. Dua-duanya mempunyai manfaat bagi kehidupan kita pada masa yang akan datang.

Pengalaman yang baik berisi keberhasilan dan prestasi itu perlu kita lanjutkan agar kesuksesan hidup selalu menyertai setiap langkah kita. Begitu pula dengan pengalaman buruk atau kegagalan yang pernah kita alami. Agar kita tidak mengalami kegagalan kembali, kegagalan pada masa lalu harus dijadikan pelajaran dan cambuk kita pada masa kini dan akan datang. Nah, untuk belajar sejarah diperlukan alat atau media.

Media tau alat yang kita gunakan dalam belajar sejarah salah satunya adalah peninggalan sejarah yang masih tersisa. peningglan sejarah adalah segala bentuk benda yang bisa memberikan informasi sejarah kepada kita. Oleh karena itu, peninggalan sejarah termasuk sumber sejarah.

Apabila di lihat dari bahannya, sumber sejarah ada dua macam, yaitu sumber sejarh primer dan sekunde. Yang di maksud dengan sumber sejarh primer adalah peninggalan sejarah yang masih asli, pernah di pakai atau di buat pada zaman ketika peristiwa sejarah itu berlangsung. Yang termasuk sumber sejarah primer bisa dalam bentuk bangunan (candi, nisan, makam, gapura, benteng, keraton, gedung, serta tugu), prasasti, kitab atau buku, manuskrip, dan lain-lain. Pelaku sejarah yang masih hidup juga bisa di jadikan sumber primer dalam bentuk sumber sejarah primer. Sumber sejarah sekunder adalah sumber sejarah yang sifatnya melangkapi atau tambahan. Bisa dalam bentuk cetakan atau beragam sumber informasi.

Adalah sebuah keberuntungan bahwa kita memiliki rentang sejarah yang teramat panjang. Oleh karena itu, kita mempunyai beberapa bentuk dan jenis peninggalan sejarah dari berbagai periode sejarah. Kita pernah malang melintang di berbagai belahan dunia dalam perdagangan kuno. Para pelaut dan saudara kita dikenal hingga manca negara. Komoditas yang di perdagangkan di berbagai kawasan kebanyakan berasal dari Kepulauan Nusantara.

Meskipun terbatas, peninggalan sejarah pada masa ini masih bisa kita temukan. Betapa semua itu menjadi pelajaran bagi kita pada masa kini bahwa apabila berusaha keras, kita akan bisa mengulangi kejayaan bangsa pada masa lalu.

Selanjutnya, dengan sikap ramah dan sopan, kita sambut kedatangan bangsa luar yang akan berdagang dengan bansa Indonesia. Mereka kita perlakukan sama karena sama-sama berkeinginan untuk memperoleh hasil dan keuntungan. dengan pegangan India, Arab, Persia, Cina, Barat, dan lain-lain, saat itu kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Kita dihormati bangsa-bangsa asing dan kita pun menghormati mereka. Ini pun juga pelajaran yang harus kita petik bersama. Kita bisa membuktikannya melalui beragam peninggalan sejarah dan berbagai kerajaan.

Benteng Vredeburg di Yogyakarta

Namun, aktivitas perdagangan ternyata berbuah penjajahan bagi bangsa kita. Bangsa-bangsa Barat selain berusaha memonopoli perdagangan juga membangun benteng-benteng pertahanan. sejak datang pada abad XVI, mereka menghancurkan jaringan perdagangan Nusantara. Kerajaan -kerajaan besar di hancurkan, bandara-bandara pelabuhan direbut, dan sejumlah perkebunan penduduk di ambil secara paksa.

Sebagai gantinya, mereka membangun benteng pertahanan, kota-kota pemerintahan dan perdagangan, pelabuhan, pabrik, stasiun, bangunan sekolah, dan lain-lain. Sejarah penjajahan adalah periode kelam bagi bangsa kita. Melalui serangkaian peninggalan sejarah zaman koloni, kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana kehidupan kolonial masa itu. Kita menjadi kuli di negeri sendiri yang harus melayani tuan-tuan dari negeri asing.

Saat kemerdekaan bangsa berhasil kita raih, kita memang berhasil membentuk pemerintahan sendiri. Para pemimpin mengambil kebijakan agar mampu mengangkat kesejahteraan rakyat. Namun, karena keterbatasan dana, kita belum bisa mendirikan bangunan sendiri. Tidak anah apabila pada masa awal kemerdekaan kita masih menggunakan bangunan peninggalan kolonial. Bahkan, istana yang sekarang di gunakan presiden kita pun sebetulnya juga merupakan peninggalan kolonial. dalam perkembangannya, kita pelan-pelan mampu membuat sejarah sendiri yang benar-benar merupakan kreasi bangsa Indonesia. Peninggalan sejarah pada masa kemerdekaan pun banyak kita temukan.

Istana Bogor

Dari paparan diatas, kita bisa mengetahui betapa pentingnya peninggalan sejarah bagi kita. Selain bisa di jadikan bukti sejarah, hal itu juga bisa di jadikan media belajar untuk mengetahui kehidupan kita pada masa lampau. kadang-kadang kita melihat ada kesinambungan pembuatan atau penggunaan peninggalan sejarah itu. Misalnya, kita bisa menemukan unsur Hindi Buddha dan kebudayaan lokal pada peninggalan sejarah Islam di komplek Menara Kudus. Begitu pula kita bisa melihat penggunaan Istana Negara atau Istana Bogor yang telah ada sejak zaman koloni hingga kini.

Kita perlu mempelajari peninggalan sejarah bangsa dari berbagai periode, agar bisa memiliki kesadaran sejarah dan membangkitkan nasionalisme. Karena, kecintaan pada bangsa kadang-kadang bisa lahir manakala kita melihat kajayaan bangsa pada masa lampau.

Pentingnya Peninggalan Sejarah Bagi Kita di Masa Sekarang | Ambar | 4.5