Penjelasan Awal Terbentuknya Otak Pada Manusia

Karya besar Tuhan Yang Maha Esa yang mengagumkan adalah otak, karena otaklah manusia berbeda dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Otak adalh organ yang paling kompleks dan masih menjadi misteri bagi kehidupan manusia.

Otak dalm tubuh manusi merupakan oragan yang vital, karena otaklah yang mengatur seluruh sistem tang ada dalam tubuh manusia, sehingga segala segi kehidupan yang di jalani manusia tetap berjalan serasi dan seimbang berkat adanya otak.

Otak manusia terbagi menjadi tiga bagian dasar (three in one) :

  1. Batang Otak (Replika)
  2. Otak kecil (Mamalia/sistem limbik)
  3. Otak besar (Neokorteks)
Dr. Paul Maclean mengatakan, ketiga bagian otak tersebut emmiliki tugas dan struktur spesialisasi tertentu,antara lain sebagai berikut :
  1. Batang Otak (Replika) ; bagian otak ini memiliki susunan dan unsur yang sama dengan replika, inilah komponen kecerdasan terendah dan spesil manusia. bagian otak ini berfungsi untuk memgatur motor sensorik pengatur relitas fisik yang berasal dari pancaindra.
  2. Otak kecil (Mamalia) ; bagian otak ini mendapat rangsangan dari batang otak sehingga otak kecil (mamalia) merupakan pusat pengontrol dan pengendali gerakan manusia agar menjadi terkoordinasi dengan baik dan terampil. Otak kecil atau simstem limbik terletak di bagian tengahdari otak kita yang berfungsi bersifat emosional dan kognitif.
  3. Otak besar (Neokorteks) ; bagian otak ini mendapatkan informasi untuk diolah, Neokorteks berada di bagian atas dan sisi-sisi limbik yang membentuk 80% dari sel materi otak. Dalam Neokorteks terdapat segala masukan informasi, sehingga otak dapat berfungsi melakukan penalaran, bahasa, berpikir secara intelektuall dan ini merupakan komponen keceradan tertinggi dari otak.
Otak mulai terbentuk dari 3 bulan pertama hamil dan mengalami pertumbuhan yang cepat sampai usia 2 tahun. Perkembangan yang pesat terjadi pada usia kehamilan ke-2 sampai ke-4 setelah lahir atara bulan ke-5 sampai bulan ke-18. indekasi tersebut dapat di lihat dari berat otak yang 50 gram sebelum lahir manadi 100 gram setalah lahir dan pada usia 18 bulan manjadi 1000 gram. 
Adapun pada usia 4 tahun struktur neuron (sel otak) motor sensorik dan kognitif emosional berkembang 80% sampai usia 9 tahun, dan beratnya menyamai otak dewasa (1350-1500 gram). Otak itu sendiri terdiri dari jaringan sel-sel yang berdiri sendiri (neuron) dan berkembang, bahan diperkiranakan ada 10 milyar sel neuron dalam otak dan setelah usia 2 tahun otak tidak mengalami regenerasi kembali atau tidak akan bertambah lagi sel otaknya. tetapi pertumbuhan cabang-cabang dari sel otak (dendrit) dengan hubungan antar sel akan bertambah terus apabila ada rangsangan yanga wajar.
Otak merupakan bendal yang paling vital dalam tubuh. Organ ini mengatur seluruh bagian tubuh diantaranya gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh, pengaturan tekanaan darah, sekresi hormon, pernapasan, emosi, dan berbagai macam kegiatan manusia.
Otak bekerja secara sempyrna dengan terus menerus malakukan aktivitas pembaharuan untuk tetap manjaga fungsinya. Barbagai aktivitas otak itu, yakni menambah sel (poliferasi), perpindahan sel (migrasi), perubahan sel (differensasi), pembentukan sistem jalinan saraf antara satu dengan yang lainnya (sinaptogenasis), dan pembentukan selubung saraf (mielinsasi).
Organ otak ini tumbuh secara luar biasa pada masa anak-anak. Sampai pada usia 2 tahun berat otak akan mencapai 75% otak dewasa. Menurut dr. Hartono Gunadi,Sp.A, sampai dengan bayi berusia 2 tahun, pertumbuhan dan perkembangan otak anak telah mencapai 90%.
Menurut ahli saraf dari Wayne staf University, Harry Churagi (1996) mengambarkan struktur otak anak, bahwa pada saat bayi otak tersusun atas neuron-neuron yang siap dirangkai menjadi semacam permadani. Dengan demikian, yang perlu di upayakan terus agar perkembanga otak akan optimal adalah dengan menambah dan mengaktifkan dendrit-dendrit ini. Kunci penghubung antara dendrit itu adalah mielin, yang merupakan protein lemak yang dikeluarkan otak utuk melapisi hubungan antara dendrit. 
Ketika manusia mempelajari informasi baru maka terjadilah hubungan setiap saat dan apabila rangsangan itu bekerja cukup dan seimbang dengan lingkungan maka akan mengaktifkan kembali hubungan dendrit itu. Melalui proses penggulungan, sel-sel saraf menjadi terhubung dan inilah yang akan memudahkan manusia dalam mengungat semua informasi yang masuk ke dalam otaknya. Namun, apabila tidak ada pengulangan, mielin akan hilang dan informasi yang ada dalam otak pun akan hilang sehingga otak perlu di rangsang terus menerus.
Hal tersebut di perkuat oleh Dr. Mariam Diamon bahwa usia berapapun, sejak lahir hingga mati adalah memungkinkan untuk meningkatkan kemampuan mental 9EQ) melalui rangsangan lingkungan.
Penjelasan Awal Terbentuknya Otak Pada Manusia | Ambar | 4.5