Kendala yang dihadapi dan Cara Mengatasi Saat Melakukan PTK

Sedikitnya ada lima kendala yang dihadapi guru untuk melakukan PTK. Pertama, kendala yang berhubungan dengan lemahnya pemahaman konsep dan prinsip-prinsip PTK. Pihak yang mengalami kendala ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok guru dan kelompok calon guru (masalah IKP/LPTK). Kelompok guru memerlukan pembelajaran yang lebih intensif melalui berbagai pertemuan guru, baik proyek maupun swadana. Sedang untuk kelompok calon guru, perlu kiranya materi PTK di jadikan bagian mata kuliah penelitian (dimasukkan dalam kurikulum IKP/LPTK).

Kedua, kendala yang berhubungan dengan PTK sebagai strategi pengembang guru. Mengingat pentingnya PTK sebagai strategi pengembang profesi guru, perlu kiranya pihak-pihak kakanwil/kakandep  Dikbud mengintruksikan agar setiap unit pelaksanaan teknik (UPT) dilingkungannya memprogramkan dan menyediakan anggaran yang memadai untuk melaksanakannya. Hasil masing-masing penelitian dari UPT dipublikasikan untuk dapat dijadikan sebagai pengembang profesi guru melalui karya ilmiah.

Ketiga, kendala yang berhubungan dengan reflecting thinking. Membudayakan reflecting thinking dapat dibudayakan melalui porfolio. Porfolio adalah catatan seseorang tentang kinerjanya dari waktu ke waktu yang di buatnya sendiri dengan sejur-jujurnya. Dengan catatan tersebut, setiap guru akan selalu berpikir tentang kerjanya selama ini untuk merencanakan mendatang. Prof. Robin Mattews dari Deakin Universitas Australia dalam ceramahnya pada tanggal 15 Januari 1999 di IKIP Semarang menjelaskan bahwa manfaat profolio adalah :

  1. Sebagai bahan untuk refleksi.
  2. Untuk meyakinkan guru akan kualitas pembelajarannya.
  3. Agar orang lain akan tahu posisi guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Ia juga menjelaskan bahwa kebiasaaan ini telah dilaksanakan oleh calon guru sejak di bangku kuliah di Fakultas Keguruan di Deakin University Australia. Dengan profolio ini, mereka mengajukan lamaran pekerjaan kesekolah yang diminatinya. Profolio ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari penilaian Angka Kredit (PAK) proses penilaian angka kredit. Hanya saja perihal yang berkaitan dengan profolio tersebut belum tercantum secara eksplisit.
Pandangan tentang profolio sebagai bahan reflectif thinking seperti di atas dalam khazanah Islam bukanlah sesuatu yang asing sebab di dalam AL-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18, Allah telah berfirman : “Hendaklah setiap diri melihat apa yang telah diperbuatnya untuk esok hari”.
Keempat, kendala yang berhubungan dengan tidak adanya pembimbing penelitian di sekolah. Kendala ini dapt di maklumi kara guru pada umumnya belum terbiasa untuk melakukan penelitian. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan program kemitraan antara sekolah di satu pihak dan IKIP/LPKT di pihak lain. Kedua pihak merupan dua lembaga yang mempunyai objek sama, yakni pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pemakaian produk LPTK dan LPTK selaku produsen harus mengetahui apa yang di butuhkan konsumennya. Karena kemitraan keduannya akan sangat menguntungkan.
Dalam hal penelitian, IKIP/LPTK mempunyai sejumlah tenaga ahli dan dana serta membutuhkan pengabdian kepada masyarakat sebagai Tri Dharma perguruan tinggi, sedangkan sekolah membutuhkan pembimbing dan tidak tersedia dana untuk penelitian. Padahal sekolah sering kali harus memecahkan masalah yang dihadapi secara ilmiah. dengan demikian, sekolah dapat mengajuakn permohonan pengabdian masyarakat kepada IKIP/LPTK untuk bersama-sama melakukan penelitian terhadap masalah yang di hadapi. 
IKIP/LPTK dengan tenaga ahli dan dana pengabdian masyarakat /dana penelitian dapat memenuhinya sehingga IKIP/LPTK semakin tahu dengan sebenarnya mengenai kebutuhan konsumen yang dapat di bantu atau diantisipasi sebelumnya, sedangakan sekolah mendapat bimbingan penelitian bagi guru-guru dan dapat mengatasi masalahnya dengan ilmiah. Beberapa tahun terakhir ini telah dimulai adanya program kemitraan, tetapi masih terbatas pada dan proyek dan inisiatif pada pihak IKIP/LPTK, sedangkan inisiatif dari pihak sekolah masih sangat kecil.
Kelima, kendala yang berhubungan dengan mentalitas suka pada kemapanan dari pada mengikuti perkembangan. Mentalitas guru yang demikian dapat ditanggkap dari keluhan para guru tehadap ajakan penelitian, misalnya tidak memiliki waktu untuk meneliti, menambah beban guru yang selama ini sudah berat, lingkungan yang tidak mendukung, tidak tersedia dana, dan penelitian tidak berpengaruh terhadap KBM.
Kendala ini daat di hadapi dengan cara menciptakan kondisi lebih menghargai terhadap profesi. Dalam sega lbentuk kompetesi yang lebih profesional harus lebih diutamakan, bukan yang lain (KKN, masa kerja, uang, dan lain-laian) karen jika tidak demikian akan semakin membebani masyarakat dan berpeluang kepada ketertinggalan yang lebih jauh. Kita perlu mensyukuri di era reformasi ini kondisi tersebut telah mulai tercipta.

Cara mengatasi Kendala yang Dihadapi Guru dalam Melakukan PTK
Sebagaimana diketahui bahwa guru dalam melaksanakan PTK masih banyak kendala yang dihadapi oleh guru, antara lain lemahnya pemahakan konsep PTK, belum yakin benar bahwa PTK dapat mengembangkan profesinya, tidak terbiasa reflectif thinking, tidak ada pembimbing penelitian, tidak tersedia dana, dan adanya mentalis guru yang lebih suka pada kemapanan dari pada mengikuti perkembangan. 
Untuk mengatasi kendala-kendala di atas, dapat ditempuh berbagai cara, antara lain ;
  1. Pembelajaran yang intensif untuk guru tentang PTK.
  2. Dukungan semua pihak yang terkait.
  3. Perlunya profolio bagi guru. 
  4. Perogram kemitraan dengan IKIP/LPTK, dan 
  5. Diciptakannya kondisi yang lebih mengutamakan profesionalisme dari pada hal lain. 

Jika guru dapat melaksanakan secara benar PTK dalam mendukung tugas-tugasnya, maka terwujud guru yang profesional.

Berdasarkan kedua hal di atas, saya sebagai pelaku pendidik menyerankan :

  1. Semua pihak yang terkait hendaknya dapat mendukung pelaksanaan PTK oleh guru sekolah
  2. Pihak sekolah hendaknya proaktif untuk membangun kemitraan dengan pihak terkait guna terlaksanannya PTK
  3. Guru sebagai praktisi profesional hendaknya harus berusaha untuk mengikuti perkembangan dalam profesinya.
Perlu disadari bahwa kendala adalah suatu tantangan, bukan suatu halangan dan siapa yang sanggup menghadapi tantangan dialah yang lebih profesional.
Kendala yang dihadapi dan Cara Mengatasi Saat Melakukan PTK | Ambar | 4.5