Ini lah Fakta Menulis Membuat Awet Muda

Menulis Membuat Awet Muda- Menulis itu penting? pertanyaan itu selalu muncul dalam berbagai kesempatan di kelas, saat pelatihan, atau seminar. Ketika kita masih di liputi pertanyaan seperti itu, berarti kita belum yakin bahwa menulis itu ada manfaatnya. Malah mungkin saja ada orang yang beranggapan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang sia-sia.

Dari kasus yang sederhana itu, kita dapat mengetahui bahwa pemahaman sebagian besar orang tentang menulis masih sangat terbatas. Pertanyaan mengenai seberapa penting kegiatan menulis tentu akan sangat berkaitan dengan manfaat menulis. Sebab, orang akan menganggap sesuatu menjadi penting jika dapat di rasakan manfaatnya. Oleh karena itu, akan lebih baik jika saya mencoba mengungkapkan manfaat menulis bisa membuat awet muda berdasarkan sumber buku dan pengalaman peribadi.

Fatima Mernissi (dalam Quantum Writing, 2003) mengatakan, “Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa! Dari saat Anda bangun, menulis meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama di atas kertas kosong, kantung di bawah mata Anda akan segera hilang dan kulit Anda akan terasa segar kembali”.

Dari pernyataan Fatima Mernissi tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa manulis dapat membuat orang awet muda. Selain itu, menulis juga dapat mempertajam pikiran dan kita dapat terhindar dari penyakit pikun. Benarkah?

Saya sendiri dapat memahami dan setuju atas penyataan Fatima Mernissi tersebut. Apa alasannya? Orang  terlihat awet muda dan kulit terlihat segar sebetulnya lebih di sebabkan oleh suasana hati dan pikiran. Orang yang tidak dapat mengekspresikan isi hatinya seperti perasaan suka, duka, kesal, marah, gembira, dan sebagainya bila memendamnya dan akan mempengaruhi penampilannya. Hatinya di liputi kesusahan, kekecewaan unek-unek yang tak tersampaikan, dan cenderung hidup dalam kubangan pesimistis.

Pikiran dan hati kita akan menjadi segar apabila perasaan dalam hati dapat diekspresikan setiap saat. Media ekspresi tersebut adalah menulis. Saat hati tidak terbebani, perasaan akan manjadi senang, ceria, penuh harapan dan hidup dalam tatapan optimisme. Suasana menyenangkan itu akan jelas tergambar dari wajah kita. Lepasnya seluruh beban itulah yang manjadikan seseorang terlihat masih muda meskipun usianya sudah lanjut. Contohnya, Rosihan Anwar yang usianya ke-88 (tahun 2010) masih terlihat muda segar seperti usia 52 tahunan. Resepnya adalah karena dia tidak pernah berhenti menulis sampai usia senja.

Rosihan Anwar

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. James W. Pennebaker dapat memberikan gambaran bahwa manulis juga menyehatkan. Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami menghasilkan suasana hati yang tenang, pandangan yang lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik Hernowo,2003: 37).

Untuk mencapai hal tersebut, kita dapat mulai mengungkapkan berbagai hal yang dirasakan, disaksikan, atau di alami sendiri. Pengalaman pahit masa lalu juga dapat di jadikan topik. Perasaan yang di alamai saat itu dapat di ekspresikan samapi kita merasa puas dan lega. Pengalaman sepahit apapun pastilah ada hikmah di balinknya. Hikmah itulah yang harus kita pahami dan coba di komunikasikan kepada orang lain. Sebab, tidak menutup kemungkinan pengalaman kita akan sangat bermanfaat bagi orang lain.

Setelah Anda membaca penjelasan singkat di atas, adakah keinginan untuk menulis pengalaman menarik yang pernah di alami? Ketika semua itu diungkapkan, niscaya perasaan yang selama ini dibebani oleh pengalaman-pengalaman tersebut akan menjadi bebas dan terbuka. Perasaan bebas itulah membuat jiwa dan raga kita menjadi lebih sehat.

Ini lah Fakta Menulis Membuat Awet Muda | Ambar | 4.5