Cara Menjalin Hubungan Guru dan Murid Yang Baik

Cara Menjalin Hubungan Guru dan Murid Yang Baik – Seorang guru dan murid merupakan suatu hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya merupakan kesatuanj yang utuh, sebab belum dikatakan guru tanpa ada murid dan sebaliknya belum dikatakan murid jika tidak ada guru.

Guru yang baik adalah ia bukan hanya mampu menjadi guru bagi murid-muridnya, tetapi juga menjadi guru bagi dirinya sendiri. Di satu sisi ia mengajar muridnya, tetapi di sisi lain ia pun sebenarnya belajar kepada muridnya, dengan demikian sikap utama seorang guru terhadap muridnya sebagai berikut;

1. Menjadi teladan dan bersikap bijaksana terhadap murid.

Guru adalah sumber keteladanan, yaitu suatu pribadi yang penuh denan contoh teladan baagi murid – muridnya. Mereka mendambakan seorang guru yang benar-benar bisa diteladani dan tidak punya cacat moral sedikitpun. Keteadanan itu tidak hanya penting bagi dirinya sendiri. Jadi, baik saja tidak cukup tetapi harus menjadi yang terbaik. Dan seseorang bisa menjadi terbaik apabila mempu menjadi dirinya sebagai sosok yang pantas diteladani.

Disamping dapat menjadi teladan, seorang guru dituntut untuk bersikap bijak. Ciri-ciri guru yang bijaksana ia mampu mengendalikan dirinya dengan baik. Guru yang bijaksana tercermin dari tingkah lakunya yang penuh pertimbangan dan penuh perhitungan . Segala sesuatu dipikirkan baik-baik sebelum akhirnya diputuskan apa yang sebaiknya dilakukan. Guru yang bijaksana akan selalu berhati-hati dalam bertutur kata dan bertingkah laku. menampilkan sosok yang bijaksana akan lebih memudahkan kita dalam mendidik dan membimbing murid-murid sesuai dengan keinginan kita. Dengan sikap bijaksana juga dapat membuat kita menjadi guru yang berkepribadian yang utuh.

2. Mampu memotivasi dan meranagsang murid untuk belajar dan berkreasi.

Guru yang baik adalah guru yang bisa memotivasi muridnya agar memiliki semangat cita-cita tinggi. Dalam hal ini tidak akan berjalan dengan lancar tetapi pasti halangan-halangan atau permasalahan yang datang dari siswanya, contohnya seorang anak yang malas belajar dengan alasan tidak punya buku. ketika ditanya ternyata ia tidak mampu membeli karena tidak punya uang yang cukup disebebkan karena penghasilan orang tua yang kecil. Sebenarnya inti permasalahannya adalah murid tersebut membutuhkan uluran tangan guru untuk memberi motivasi tetapi hedaknya kita sadari waluapun ia senang di motivasi, tetapi murid bukan orang yang suka di dekte apalagi jika ia tahu kita sengaja mendektenya.

Motivasi ini diharapkan datangnya bukan hanya dari guru tetapi dari orang tau dan tingkungan. Dengan demikian ia akan bersemangat dan akhirnya akan mempengaruhi kreavitasnya. Anak kreatif akan menjadi pribadi yang tidak akan tergantung kepada orang lain dan merangsang seorang akan untuk mandiri.

3. Bersikap demokrasi tidak pilih kasih

Seorang guru harus memiliki sikap legowo yaitu mau menerima dengan lapang dada protes murid yang ditunjukan pada dirinya.Guru dan murid memiliki hak yang sama. Kalau salah sama-sama berhak mendapat teguran. Sikap otoriter hanya akan menjauhkan guru terhadap muridnya, di samping itu tidak kreatif untuk jangka panjang.

Sikap demokratis harus dikembangkan dengan baik di sekolah agar medidika siswa pada tahap awal sebelum memasuki demolrasi sesungguhnya. Artinya, mereka diberi kesempatan untuk mengaplikasikan teori yang didapatiya dari guru dan kepada gurunya langsung.

Seorang guru juga harus memerlaukan muridnya dengan sama tanpa pilih kasih pada seorang saja. Betapapun sayang kita pada salah seorang murid, hendaknya tidak memjadikan kita membiarkan murid yang lain tidak mendapatkan perhatian. Mereka murid-murid kita juga, meskipun mereka kurang berpotensi. Jika menggali kemampuan masing-masing siswa kita akan dapat memberikan penghargaan kepada mereka.

Cara Menjalin Hubungan Guru dan Murid Yang Baik | Ambar | 4.5