Cara Identifikasi dan Tindak Lanjut Problem Belajar Siswa

56 views

Cara Identifikasi dan Tindak Lanjut Problem Belajar Siswa - Kegiatan identifikasi anak berproblema belajar atau bermasalah dalam pendidikan (termasuk anak yang berkelainan) seyogyanya dapat dilakukan secara ssistematis, terencana/terprogram, terpadu dan profesional. Artinya semaksimum mungkinmengikuti prinsip - prinsip metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Meskipun demikian bukan berarti harus ketat sehingga justru menyulitkan guru. Perinsip fleksibelitas juga perlu di pertahankan.

Prosedur atau langkah - langkah dalam pelaksanaan identifikasi anak berproblema belajar adalah sebagai berikut :

1. Kegiatan menghimpun data anak
pada tahap ini guru menghimpun data kondisi siswa secara umum dengan menggunakan alat identifikasi sebagai berikut :

a. Format 1 : Informasi perkembangan anak
b. Format 2 : Informasi mengenal latar belakang orang tua/wali anak
c. Format 3 : Alat identifikasi anak berproblema belajar (Al-AKB)
d. Rapot masing - masing anak

2. Kegiatan menganalisis data/melakukan kasifikasi anak
Tujuannya untuk menentukan anak yang menunjukan gejala berproblema belajar dan bermasalah (termasuk berindikasi berkelainan) dan anak yang tidak bermasalah. Buatlah daftar anak - anak yang menurut amatan dan penilaian guru termasuk berindikasi berproblema belajar atau bermasalah dan masukkan kedalam format 4.

3. Mengadakan pertemuaan konsultasi dengan kepala sekolah
Melalui pertemuan rutin dewan guru di sekolah, hasil identifikasi yang telah dibuat oleh guru tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah untuk mendapatkan saran-saran pemecahan atau tindak lanjutnya. Bentuk tidak lanjut itu ntara lain adalah sebagai berikut :

a. Menyampaikan hasil tersebut kepada orang tua /wali dengan cara mengundang kesekolah.
b. merujuk anak yang bersangkutan untuk mendapatkan pemeriksaan khusus, misalnya ke puskesmas, dokter, bidan, perawat, psikolog atau terapis.

4. Menyelenggarakan pertemuan khusus (case converence)
Pada tahap ini kegiatan dapat dikondisikan oleh kepala sekolah setelah data anak bermasalah terhimpun dari seluruh kelas. Dalam pertemuan kusus dapat melibetkan/mengundang:

a. orang tua/wali siswa
b. tenaga profesional yang dianggap perlu dan terkait ( jika ada/memungkinkan)
c. Kepala sekolah
d. guru kelas/guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Materi pertemuan khusus ini adalah temuan guru mengenal hasil identifikasi untuk mendapatkan tanggapan dan rumusan cara-cara pemecahan dan penanggulangannya.

5. Menyusun laporan hasil pertemuan kasus
Setelah mendapatkan tanggapan dan rumusan cara-cara pemecahan dan penanggulanagan seperlunya, hasil pertemuan kasus tersebut perlu dilaporkan dengan menggunakan format laporan.

Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan identifikasi anak dengan problem belajar, biasanya biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian siswa
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Menetapkan bidang -bidang atau aspek problem belajar yang akan ditangani, apakah seluruh mata pelajaran sebagian mata pelajaran, atau hanya bagian tertentu dari suatu mata pelajaran.

b. Menetapkan pendekatan pembelajaran yang akan dipilih termasuk rencana pengorganisasian siswa, apakah bentuknya berupa pelajaran remedial, penambahan latihan-latihan didalam kelas atau luar kelas, pendapatan kooperatif, atau kompetitif dan lain-lain.

c. Menyusun program pembelajaran individual sesuai dengan butir 1 dan 2 di atas.

2. Pelaksanaan pembelajaran
pada tahap ini guru melakukan program pembelajaran serta pengorganisasian siswa berproblema belajar sesuai dengan rancangan yang telah disusun dan ditetapkan pada tahap sebelumnya. Sudah tentu pelaksanaan pembelajaran harus sensntiasa disesuaikan dengan perkembangan anak, tidak dapat dipaksaklan sesuai dengan target yang akan dicapai oleh gur. Program tersebut bersifat fleksibel.

3. Pemantuana kemjuan belajar (evaluiasi)
Untuk mengetahui keberhasilan guru dalam membantu mengatasi problrm belajar anak, perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus terhadap kemajuan atau kemunduran belajar anak. Jika anak mengalami kemajuan dalam belajar, pendekatan yang dipilih guru perlu terus dimantapkan, tetapi jika tidak terdapat kemjuan, perlu diadakan peninjauan kembali, baik mengenai isi dan pendekatan program, maupun motivasi anak yang bersangkutan untuk memperbaiki kekurangan -kekurangannya.

Dengan demikian, diharapkan pada akhirnya semua problema belajar pada anak secara bertahap dapat diperbaiki sehingga anak terhindar dari kemungkinan tidak naik kelas atau bahkan putus sekolah.

Leave a reply "Cara Identifikasi dan Tindak Lanjut Problem Belajar Siswa"

Author: 
author
Seorang Blogger senang menulis dan berbagi.