Bentuk-bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Ada empat bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu :

  1. Penelitian tindakan guru sebagai peneliti.
  2. Penelitian tindakan kolaboratif.
  3. Penelitian simultan terintegrasi.
  4. Penelitian tindakan administrasi sosial eksperimental.
Keemapat bentuk PTK di atas, ada persamaan dan perbedaan. Menurut Oja dan Smulyan sebagaimana dikutip oleh Kasbolah (2000) ciri-ciri dari setiap penelitian tergantung pada :
  1. Tujuan utamanya atau pada tekanannya.
  2. Tingkatan kolaborasi antara pelaku peneliti dan peneliti luar.
  3. Proses yang digunakan dalam melaksanakan penelitian.
  4. Hubungan antara proyek dengan sekolah.
Perbedaan dalam penelitian tindakan mencerminkan prioritas dan pandangan pendidikan serta penelitian di berbagai negara. Penelitian tindakn di Inggris dan Australia, ada persamaan dalam bentuk kolaboratif. namun demikian, penelitian tindakn di Inggris kurang berorientasikan strategis dan lebih menekankan penelitian dengan penafsiran. Sedangkan di Australia, penelitian tindakan kelas lebih berorientasi pada gurunya.

Keempat bentuk PTK diatas telah diuraikan kesbolah sebagai berikut :
1. Penelitian Tindakan Guru Sebagai Peneliti
Bentuk penelitian tindakan kelas yang memandang guru sebagai peneliti memiliki ciri penting, yaitu sangat berperannya guru itu sendiri dalam proses penelitian tindakan kelas. Dalam bentuk ini, tujuan utama penelitian tindakan kelas ialah untuk meningkatkan praktik-praktik pembelajaran dikelas. Dalam kegiatan ini, guru berlibat langsung secara penuh dalam proses perencanaan, tindakan observasi, dan refleksi.
Dalam penelitian semacam ini, guru mendapat problema sendiri untuk dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas. Jika didalam penelitian ini, penelitian melibatkan pihak lain, maka peranannya tidak dominan. Sebaliknya, keterlibatan pihak lain dari luar hanya bersifat konsultatif dalam mencari dan mempertajam persoalan-persoalan pembelajaran yang didapati oleh guru yang sekiranya layak untuk dipecahkan melalui penelitian-penelitian tindakan kelas. Jadi, guru didalam melaksanakan penelitian tindakan berperan sebagai peneliti. Sedangkan pihak luar sebenarnya peranannya sangat kecil dalam proses penelitian itu.
2. Penelitian Tindakan Kolaboratif
Penelitian tindakan ini melibatkan beberapa pihak, yaitu guru, kepala sekolah, dosen LPTK, dan orang lain yang terlibat menjadi satu tim secara serentak melakukan penelitian dengan tiga tujuan yaitu ;
  1. Meningkatkan praktik pembelajaran.
  2. Menyumbang pada perkembangan teori.
  3. Meningkatkan karier guru.
Bentuk penelitian tindakan seperti ini selalu dirancang dan dilaksanakan oleh suatu tim penelitian yang terdiri atas guru, dosen, atau kepala sekolah. Hubungan antara guru dan dosen bersifat kemitraan sehingga mereka dapat duduk bersama untuk memikirkan persoalan-persoalan yang akan diteliti melalui penelitian tindakan kelas yang kolaboratif.
Dalam proses penelitian seperti ini, pihak luar semata hanya bertindak sebagai inovator. Sedangkan guru juga dapat melakukannya melalui bekerja sama dengan dosen LPTK/PGSD. Dengan suasana bekerja seperti itu, guru dan dosen LPTK/PGSD dapat saling mengenal, saling belajar, dan saling mengisi proses peningkatan profesionalisme masing-masing.
3. Penelitian Tindakan Simultan Terintegrasi
Penelitian tindakan terintegrasi adalah bentuk penelitian tindakn yang bertujuan untuk dua hal sekaligus, yaitu untuk memecahkan prsoalan praktis dalam pembelajaran dan manghasilkan pengetahuan yang ilmiah dalam bidang pembelajaran dikelas. Dalam pelaksanaan tindakan kelas yang demikian, guru dilibatkan dalam proses penelitian kelasnya, terutama pada aspek aksi dan refleksi terhadap praktik pembelajaran dikelas.
Dalam hal ini, persoalan-persoalan pembelajaran yang diteliti muncul dan diidentifikasi oleh peneliti dari luar buka guru. Jadi, dalam bentuk ini, guru bukan pencetus gagasan terhadap permasalahan apa yang harus diteliti dalam kelasnya sendiri. Dengan demikian, guru bukan inovator dalam penelitian ini dan sebaliknya yang mengambil posisi inovator adalah peneliti lain diluar guru.
4. Penelitian Tindakan Administrasi Sosial Eksperimental
Ada suatu bentuk penelitian tindakan yang pelaksanaannya lebih meningkatkan dampak kebijakan dan praktik. Dalam penelitian tindakan ini, guru tidak dilibatkan dalam menytusun perencanaan, melakukan tindakan, dan refleksi terhadap praktik pembelajarannya sendiri didalam kelas. Jadi, sebenarnya guru tidak banyak memberikan masukan dalam proses pelaksanaan penelitian tindakan jenis ini. Tanggung jawab penuh penelitian tindakan ini terletak pada pihak luar, meskipun objek penelitian itu terletak didalam kelas.
Dalam melakukan penelitian tindakan administrasi sosial eksperimental, penelitian bekerja atas dasar hipotesis tertentu. Penelitian luar yang membuat rencana tindakan dan kegiatan pelaksanaan penelitiannya mengacu pada hipotensis tertentu. Selanjutnya, penelitian melakukan berbagai tes yang ada didalam eksperimennya.
Jadi, berdasarkan uraian diatas dapat disarikan bahwa dalam rangka upaya menambah pemahaman dan wawasan tentang penelitian tindakan kelas perlu diketahui beberapa model dan bentuk penelitian tindakan. Model yang dikembangkan oleh Ebbut (1985), Kemmnis dan Mc Taggart (1988), Elliot  (1991), dan Mc Kernan (1991) menunjukan bahwa persamaan terutama bila diperhatikan tahap-tahap yang ada di dalamnya.
Selain dikenal model-model PTK, juga dikenal beberapa bentuk penelitian tindakan, antara lain penelitian tindakan guru sebagai peneliti, penelitian tindakan kolaboratif, penelitian tindakan simultan terintegrasi, dan penelitian tindakan administrasi sosial ekperimental. Sebagai seorang peneliti yang memiliki wawasan luar, biasanya tidak sulit untuk mengadopsi salah satu model atau bentuk yang idsesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi yang ada.
Bentuk-bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) | Ambar | 4.5