4 Pengaruh Peninggalan Sejarah di Indonesia

Setelah menggali pentingnya peninggalan sejarah, ternyata peninggalan sejarah tersebut memiliki pengaruh besar dalam perkembangan kebudayaan, keagamaan dan struktur ketatanegaraan di Indonesia. Apa saja pengaruhnya? mari kita ulas Pengaruh Peninggalan Sejarah di Indonesia satu per satu yang di awali dengan Pengaruh Hindu Budha di Indonesia.

A. Pengaruh Hindu Buddha
Peninggalan sejarah yang berasal dari periode Hindu Budha sangat di pengaruhi oleh kebudayaan India. Kebudayaan India datang ke Nusantara dalam beragam bentuk sebagai akibat perdagangan dan keagamaan. Pengaruh India antara lain dalam bidang bahasa atau aksara, ilmu ketatanegaraan, dan keagamaan.

Peninggalan sejarah yang ada dari periode ini lebih banyak diwarnai oleh ketiga bidang diatas. Aksara yang di pergunakan pada periode ini adalah aksara Pallawa dan Bahasa Sansekerta. Nama pallawa di ambil dari sebuah kerajaan yang terletak di India Selatan yang di duga merupakan pencipta aksara ini.

Aksara pallawal bisa di temukan pada beragam bentuk peninggalan sejarah berupa prasasti yang di buat dari batu atau tembaga. Pengaruh ketatanegaraan bisa di lihat dari keberadaan karajaan yang tersebar diberbagai tempat di Indonesia. Sementara itu pengaruh dalam bidang keagamaan, bisa dilihat dari beragam bentuk bangunan candi hingga teradisi keagamaan.

Candi Gedung Sate

Candi-candi yang berasal dari periode Hindu Budha bisa di bagi dalam tiga tahap.

  1. Periode klasik awal (600-900 M)
    Periode klasik awal di kenal dengan ciri khas tata setangkup, ukuran sangat besar, pahatan naturalistik, dan mirip dengan candi-candi di India.
  2. Periode klasik madya (900-1250 M) 
    Pada periode ini banyak ditemukan pada candi-candi di Sumatra yang menggunakan batu bata merah.
  3. Periode klasik akhir (1250-1450 M)
    Pada periode klasik akhir, banyak di warnai kebudayaan lokal di Indonesia. Kebanyakan candi-candi di Indonesia menyerupai gunung, yang dalam kepercayaan Hindu sebagai temapat bersemayamnya para dewa.
Dalam bidang kebudayaan, pengaruh Hindu Budha antara lain terlihat dalam beragam karya sastra dalam bentuk kakawin. Kitab-kitab termasyhur lahir pada masa ini dengan menampilkan beragam cerita. Peninggalan sejarah dalam bidang ini bisa dilihat dalam bentuk lontar yang tersimpan di berbagai museum.
B. Pengaruh Islam
Peninggalan sejarah dari periode Islam merupakan perpaduan dari beragam jenis kebudayaan. Selain meneruskan kebudayaan Hndu Buddha, juga memperkenalkan beragam peninggalan sejarah yang bernuansa Arab. Hal ini bisa dimengerti karena kebudayaan itu bisa masuk ke Indonesia melalui aktivitas perdagangan dan syar agama yang dilakukan oleh para ulama Islam.
Para pedagang itu selain menjalin kontak dengan perdagangan Nusantara juga tinggal dan menetap di kota-kota pesisir atau dekat bandar pelabuhan. Ditempat inilah mereka mengembangkan kebudayaannya.
Menara Masjid Kudus
Sementara itu, penyebaran agama Islam di Nusantara yang dilakukan oleh para ulama dan wali ternyata tidak meninggalkan budaya yang telah dianut oleh masyarakat. Banyak adat dan tradisi yang telah ada masa Hindu Buddha yang tetap di pertahankan, tetapi dijadikan media untuk menyebarkan agama Islam. Oleh kerena itu, banyak peninggalan sejarah periode ini yang kental perpaduan budayanya. Misalnya, yang terlihat pada bangunan masjid, batu nisan, makam, dan keraton.
Peninggalan sejarah periode Islam yang lain terbentuk kitab maupun serat. Banyak kitab suci Al-Qur’an yang di tulis dengan tulisan tangan yang hingga kini masih bisa ditemukan di berbagai museum. Bahasa yang di gunakan adalah bahasa Arab.
Selian itu, diberbagai daerah juga ditemukan karya sastra dengan menggunakan beragam media. Ada yang mengguunakan lontar, kertas, batu, emas,dan lain-lain. Bahkan banyak surat-surat penting kerajaan yang di buat raja untuk di kirimkan kepada para penguasa kolonial, hingga kini masih bisa dilihat dengan baik. Di beberapa kerajaan juga memiliki mahkota raja, sejarah, benteng, dan lain-lain yang masih terawat dengan baik.
C. Pengaruh Kolonial
Peninggalan sejarah yang berasal dari periode kolonial mempunyai ciri khas yang berbeda dari peninggalan sejarah lainnya. Hal ini di sebabkan para penguasa kolonial mengadopsi kebudayaan yang berasal dari Eropa atau negara asal mereka. Tidak seperti masuknya pengaruh India atau Arab yang mengakomodasi kebudayaan lokal, bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial lebih banyak bercirikan bangunan khas Eropa, antara lain bangunannya tinggi, pintu dan jendelanya tinggi, serta tiang-tiangnya terlihat kukuh.
Gedung Sate
Namun, ada juga bangunan kolonial yang menyerap arsitektur lokal. seperti yang terlihat pada bangunan Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat. Bangunan yang di rencanakan untuk kantor gubernur jenderal setelah pindah dari Batavia ini, menggunakan atap susun tiga layaknya masjid-masjid kuno di Jawa.
Kebudayaan Barat datang sering dengan takluknya kerajaan-kerajaan di Nusantara di dibawah kekuasaan kolonial. Bukti-bukti penaklukan itu antara lain berupa benteng pertahanan, gedung perkantoran, gereja, tangsi militer, dan permukiman. Seni arsitektur ini juga mengalami perkembangan dari waktu kewaktu, seiring dengan perkembangan yang terjadi di Eropa.
Selain meninggalkan beragam bentuk bangunan di atas, periode kolonial juga meninggalkan beragam fasilitas perekonomian. Misalnya, keberadaan berbagai jenis pabrik di berbagai daerah. Bangunan-bangun tersebut menandai berdirinya kota-kota modern yang mulai berdiri sejak abad XVII. Apabila kita sempat berkunjung ke Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makasar, Medan, Maluku, dan lain-lain yang menjadi pusat aktivitas koloni, kita akan dengan mudah menemukan bangunan-bangunan kelasik peninggalan koloni.
D. Pengaruh Kemerdekaan
Memasuki alam kemerdekaan, kita juga mempunyai beragam bentuk peninggalan sejarah. Saat aktivitas pemerintah harus dijalankan, semua masih menggunakan bangunan-bangunan peninggalan kolonial. Kantor presiden, gubernur, dan bupati banyak menggunakan bangunan peninggalan kolonial.
Meskipun begitu, kita juga bisa melihat peninggalan sejarah yang berasal dari masa awal kemerdekaan. Peninggalan sejarah periode ini pada mulanya masih dipengaruhi oleh seni arsitektur Barat. Salah satu tokoh seni bangunan kita cukup terkenal karena karya-karyanya, yaitu Freiderich Silaban. Dialah yang banyak menghasilkan bangunan-bangunan penting yang ada di berbagai tempat di Indonesia.
Masjid Istiqlal
Ada kelompok arsitek Indonesia yang mewarnai khazanah seni bangunan kita pada pada awal kemerdekaan. Kelompok pertama banyak diilhami oleh Ir. Antonisse, seorang pencetus gaya Indo Eropa. Sebagian besar anggota kelompok ini mengenyam pendididkan dan pengaruh barat. Kelompok kedua adalah alumni Insitut Teknologi Bandung (ITB). Pada arsitek baru ini mulai membuat karyanya pada tahun 1950-an.
Peninggalan sejarah merupaka bukti autentik yang bisa kita jadikan dasar untuk mengetahui sejarah perjalanan bangsa kita. Dari peninggalan sejarah itu, tersimpan beragam nilai yang penting untuk di ketahui oleh generasi muda. Nilai itu menyangkut sejarah seni arsitektur yang di gunakan dan mengapa peninggalan itu di buat.
Demikian saya sampaikan pengaruh peninggalan sejarah di Indonesia, terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.
4 Pengaruh Peninggalan Sejarah di Indonesia | Ambar | 4.5