15 Cara Menggunakan Tanda Baca Koma

Haloo sobat-sobat, pada ulasan sebelumnya saya telah memngulas cara pengunaan tanda baca titik dan pada kali ini saya akan melanjutkan cara penggunaan tanda baca koma ( , ) secar lengkap.

Tanda koma adalah tanda baca yang memiliki bentuk mirip opostrof atau tanda petik tunggal di latakkan di garis besar teks. Beberapa jenis huruf menggambarkannya sebagai suatu garis kecil agak melengkung atau kadang lurus, atau seperti angka sembilan yang di isi bagian tubuhnya.

Naah, itu sedikit penjelasan tanda koma dan untuk penggunaan tanda baca koma berikut ini caranya:

Cara Menggunakan Tanda Baca Koma

  1. Dipakai untuk memisahkan bagian – bagian kalimat, terutama kalimat mejemuk, baik induk kalimat dan anak kalimat, maupun antara anak – anak kalimat yang lain.

    Contoh :
    – Setelah makan, jangan langsung tidur.
    – Siapa menanam, dialah yang akan menuai

  2. Dipakai untuk menceritakan kata yang disebut berturut-turut.

    Contoh :
    – Anggi membeli sepatu, tas, dan baju, di koperasi.
    – Risma belajar IPA, PPKn, dan Matahari

  3. Dipakai untuk menceritakan kutipan langsung dari bagian kalimat lain.

    Contoh :
    – Pesan Dokter, “Kamu harus banyak istirahat.”
    – Kata ayah, “saya harus rajin belajar.”

  4. Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang di dahului dengan kata: tetapi atau melainkan.

    Contoh :
    – Saya ingin sekolah, tetapi belum cukup umur.
    – Bukan Tuti yang pinjam buku, melain-kan Dewi.

  5. Dipaikai di antara kalimat penerbit, nama dan tahun penerbit.

    Contoh :
    – Mitra, Peribahasa, Yogyakarta, 2012
    – Hidayah Cinta, Asa Gemilang, Jakarta, 2009

  6. Di belakang kata-kata seperti = o, ya, wah dan sebagainya.

    Contoh :
    – O, jadi begitu kelakuanmu.
    – Ya, dia telah mencuri.
    – Wah, bagusnya gambar itu.

  7. Sebagai penanda angka persepuluh dari rupiah dan sen dalam bilangan.

    Contoh :
    – Rp. 25,00
    – 45, 20 m
    – 27, 50 kg

  8. Untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan oposisi

    Contoh :
    – Si belang, kucing saya, sangat lucu.
    – Bu Indah,guru saya, orangnya cantik.

  9. Di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikuti-nya, untuk membedakan dari singkatan nama keluarga dan marga.

    Contoh :
    – Drs, Muslihul Hadi, M.A
    – Ny. Eviarti, S.H

  10. Diantara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, nama tempat dan wilayah (negeri) yang ditulis secara berurutan.

    Contoh :
    – Adi Wong T, Jl. Taruna I/56, Brebes, Indonesia.
    – Bulakamba, 25 Desember 2011

  11. Tidak memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat itu menggiring induk kalimat.

    Contoh :
    – Adik tidak diberi uang karena nakal.
    – Ibu menyarankan kita agar sedikit berhemat.

  12. Untuk memisakan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat itu mendahului induk kalimat.

    Contoh :
    – Karena sakit, Monica tidak sekolah.
    – Karena hujan deres, ia tidak jadi pergi.

  13. Tidak dipakai memisahkan petikan langsung dari bagian – bagian lain dalam kalimat apabila petikan langsung itu berakhir dengan tanda seru atau tanda tanya, dan mendahului bagian lain dalam kalimat.

    Contoh :
    – “Buka jendela itu” perintah Pak Guru.
    – “Bagaimana lukamu?” tanya bibinya.

  14. Di belakangnya ungkapan atau kata penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk didalamnya.

    Contoh :
    – Oleh karena itu, kamu jangan nakal.
    – Walau bagaimana pun, aku harus pergi.

  15. Untuk menceritakan bagian nama yang di balik susunan-nya dalam daftar pustaka.

    Contoh :
    – Budi Santoso, Drs. Kamus Bahasa Inggris, Jakarta 2011
    – Joko Santoso, S.H. Polemik Hukum, Teggal 2011.

Demikian kami sampaikan 15 Cara Menggunakan Tanda Baca Koma, terimakasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

15 Cara Menggunakan Tanda Baca Koma | Ambar | 4.5